Manajerial yang Baik Ciptakan Generasi yang Unggul

adminkpi

 

Oleh : Amar Ma’ruf MD (Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam IKHAC)

[SUARAKITA] – Pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan anak bangsa guna berilmu, berbudi luhur serta mempunyai visi dan misi berdasarkan paham Pancasila dan undang-Undang Dasar 1945. Maka untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, perlu keterlibatan semua pihak baik dari lapisan masyarakat maupun pemerintah.Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatan kualitas tenaga pendidik juga tidak kalah penting dalam memuwujudkan mutu pendidikan. Optimalisasi sumber daya dan potensi lembaga pendidikan harus terus digali dan direalisasikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerahnya masing-masing.Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Dasar 1945 memberikan kewenangan kepada segenap masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentunya segenap lapisan masyarakat dan pemerintahan turut andil dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945.Kini Indonesia telah memiliki begitu banyak sekali lembaga pendidikan swasta maupun negeri yang tidak hanya bergerak dalam aspek kognitif saja. Melainkan juga implementasi kemudahan menempuh pendidikan bagi pelajar/mahasiswa dan membentuk produktivitas anak bangsa, sehingga mampu bersaing di zaman modern.

Pemuda Indonesia di zaman modern

Dalam menghadapi Industri 5.0 generasi millenial kita masih terbilang lemah dalam persoalan mutu. Hal tersebut, erat kaitannya dengan profesionalisme dan manajerialisme di suatu lembaga pendidikan. Selain itu, pengajaran berbasis pengetahuan tekhnologi perlu terus dilakukan dan ditingkatkan sesuai dengan zaman. Mengingat zaman modern ini sarat dengan kebutuhan produk-produk teknologi yang makin canggih.

Tantangan lembaga pendidikan di zaman modern

Ada empat point penting diantaranya; Persoalan dana, profesionalisme, manajerialisme komersialisasi. Mengapa demikian, persoalan pertama, dana seberapa pun bagi lembaga pendidikan itu akan semakin berkurang. Karena kebutuhan selain naik dari segi barang atau kebutuhan sarana prasarana. Hal ini meyebabkan selalu merenungkan dana. Yang kedua, anggapan bahwa lembaga pendidikan tidak butuh manajerialisasi yang baik karena lebih mengutamakan kerja ikhlas ketimbang kerja profesional dan keahlian.
Bagaimanapun juga, tantangan terdapat pada profesionalisme dan manajerialisme masing-masing lembaga pendidikan yang harus responsif terhadap keadaan zaman. Selain itu, perlu meningkatkan tenaga pengajar yang mempunyai ketekunan dan profesionalitas untuk duduk betul mencerdaskan anak bangsa secara utuh.

Program yang diprioritaskan

Adapun program yang harus diutamakan adalah program yang menyentuh standard mutu semua lembaga pendidikan. Misalnya akreditasi, jangan sampai dibiarkan demi tercapainya target pengembangan mutu. Selain itu, lembaga pendidikan perlu mencari akreditasi di tingkat internasional dan membentuk properti bersama dengan memanfaatkan fasilitas di masing-masing lembaga untuk saling mengisi kekurangannya.

Harapan terhadap sistem pendidikan Indonesia

Perlu adanya virtual school on know system (sekolah virtual pada sistem pengetahuan), dengan merajut semua pelajar/mahasiswa ditingkat daerah maupun nasional. Dengan model sekolah virtual, akan memudahkan interaksi para tenaga pengajar dan proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja. Termasuk juga pemberian materi pembelajaran yang akan ditempuh oleh pelajar/mahasiswa. Sistem sekolah virtual ini, cukup membutuhkan perangkat teknologi yang lebih canggih seperti handphone, laptop dan lain-lain.Harapannya untuk pelajar/mahasiswa kalau diperkenankan oleh pemerintah, paling tidak harus mampu menanamkan semangat belajar. Karena, belajar bukan hanya untuk menghilangkan buta huruf saja. Akan tetapi buta teknologi, buta mutu dan lain sebagainya.
(amr/erh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

GERAKAN LITERASI KAMPUS

Oleh : Amar Ma’ruf (Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam IKHAC) [SUARAKITA] – Membaca merupakan keterampilan berbahasa dan faktor yang penting dalam proses pembelajaran, karena dengan membaca peserta didik dapat memperoleh informasi. Membaca merupakan salah satu kegiatan dalam berliterasi. Literasi tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana mahasiswa dalam mengenal, […]