Peningkatan Softskill Konselor Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Azhar Firdaus

MOJOKERTO, BIDIK – Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) kembali mengadakan seminar nasional yang menghadirkan Majelis Guru Bimbingan Konseling (MGBK) se- Kab. dan Kota Mojokerto, Kamis (21/03).

Seminar kali ini mengangkat tema, Peningkatan Softskill Konselor untuk Mewujudkan Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling yang Efektif,” yang dinarasumberi oleh Dr. Mochamad Nursalim, M.Si. Dalam seminarnya, Dekan Fakultas Ilmu Psikologi ini menyampaikan bahwa seorang konselor dituntut agar dapat mengikuti perkembangan teknologi di era 4.0 sekarang ini. Menurutnya, dengan adanya media dapat membantu seorang konselor dalam menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh kliennya sehingga memudahkan dalam proses konseling.

“Terkait sekarang dengan era revolusi industri 4.0, maka softskill yang paling dibutuhkan pertama ialah penguasaan media literasi atau melek media, seperti penguasaan internet serta program-program komputer. Sehingga Guru BK dapat memanfaatkan google form untuk melakukan aksesesmen pada peserta didiknya.” Jelas beliau.

Selain itu, seorang konselor juga dapat melakukan e-konseling melalui e-mail atau sosial media lainnya yang cenderung digunakan oleh masyarakat sekarang ini. Hal ini sesuai dengan yang beliau lakukan dalam bimbingan konseling pribadinya. Namun, face to face tentunya juga sangat dibutuhkan dalam proses konseling, hal ini dikarekan agar seorang konselor dapat mengetahui tingkat emosional seorang klien atau siswa untuk tingkatan guru BK.

“Jika menghadapi seorang murid, maka sistem tatap muka langsung adalah cara terbaik. Sebab, sebagai seorang guru kita perlu mengetahui emosional siswa tersebut. Seperti memberi sentuhan langsung atau solusi akan berbeda dampaknya jika hanya dengan melalui media.” Kata Ibu Nurul, salah seorang peserta seminar.

Pelaksanaan seminar tersebut sangat kesan terhadap pesertanya. Selain memberi pengetahuan tentang konseling, juga menumbuhkan kembali semangat para Guru BK untuk melanjutkan studi mereka ke jenjang yang lebih tinggi. “Adanya seminar ini, memotivasi kami untuk kembali melajutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya. Terlebih setelah mendapat materi dari narasumber tadi,” ungkap peserta seminar.

Tak hanya itu, pelaksanaan seminar nasional kali ini juga dimanfaatkan oleh panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IKHAC untuk memperkenalkan profil kampus IKHAC kepada peserta seminar yang mayoritas merupakan perwakilan guru BK dari setiap sekolah yang ada di Mojokerto. Moment ini dimaksudkan agar memudahkan pihak panitia PMB untuk mensosialisasikan IKHAC kepada public, khususnya kepada siswa-siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Menengah Atas (SLTA) sederajat. (syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SOP

sop pengajuan cuti mahasiswa sop pembuatan sk aktif kuliah setelah cuti sop herregistrasi dan pengisian krs sop surat keterangan belum mengisi krs sop surat keterangan terdaftar kuliah sop pindah kuliah sop praktikum sop evaluasi proses perkuliahan sop pencatatan hasil ujian sop pelaksanaan uts dan uas sop pengajuan judul skripsi sop […]