Silaturahmi Tokoh (Silakoh) Ke Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin

adminkpi

MOJOKERTO, BIDIK – Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam melakukan kunjungan ke salah satu tokoh masyarakat yakni bapak Dr. H. Ahmad Chudori, M.Pd.I. Kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih mengenal sosok beliau sebagai seorang tokoh yang juga merupakan salah satu dosen Institut KH. Abdul Chalim. Beliau juga merupakan wakil dekan fakultas Dakwah, yang popular dan banyak digemari oleh kalangan mahasiswa. Di Institut sendiri, Pak Cecep panggilan akrabnya, mengampu mata kuliah Bahasa Inggris. Selain kesibukannya sebagai seorang dosen, beliua juga mengemban amanah sebagai kepala sekolah Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) di Lembaga Amanatul Ummah. Dalam silaturahmi tersebut, Pak Cecep banyak bercerita mengenai pengalaman beliau semasa mudanya hingga suskses seperti sekarang ini. Beliau juga banyak memberi tips seputar manajemen keorganisasian untuk mengembangkan dan menjalankan organisasi.

Salah satu pengalaman Pak Cecep yang berkesan terhadap mahasiswa ialah bagaimana beliau memulai karirnya di Lembaga Amanatul Ummah hingga diberi tanggungjawab sebagai salah satu orang kepercayaan pengasuh lembaga tersebut, Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, MA. Diawali dengan menjadi seorang guru atau pembiming dan juga ikut merintis berdirinyai madrasah yang kini dinaunginya. Tak hanya itu, Pak Cecep juga berbagi seputar keaktifannya dalam berbagai organisasi ketika menjadi seorang mahasiswa. Berbagai macam prestasi serta kinerja beliau tentunya menjadi tolak ukur mengapa beliau dijadikan sebaga sasaran kegiatan Silakoh tersebut.

Dari semua cerita serta pengalam beliua yang menginspirasi, hal yang paling beliau tekankan ialah sikap ikhlas, ulet, tekun, dan yang pasti totalitas dan jujur. Bagi beliau dalam kehidupan ini, jika kamu senantiasa berperilaku jujur serta memiliki kinerja yang baik, maka di manapun kamu berada kamu akan disenangi serta diterima oleh siapa pun. “Melakukan sesuatu itu harus dengan ketulusan dan keikhlasan,dan totalias, jangan  setengah-tengah. Kalau setenagah-setengah maka kamu juga akan mendapatkan setengah, kalau seperempat kamu juga akan dapat seperempat.” Utas Pak Cecep dengan diirigi candaan beliau. Suatu amanat yang memiliki makna yang mendalam. ”dan sebagai seorang mahasiswa kalian jadilah mahasiswa seutuhnya. Jika dalam hal ini, kalian mahasiswa KPI, maka jadilah mahasiswa KPI seutuhnya. Di mana bidang kajuian dan ruang lingkup keilmuan di bidang tersebut harus kalian kuasai dan perdalam. Jika ingin menjadi seorang wartawan, maka wawasan/jurnalis serta keilmuannkalian harus banyak dan luas, buakn hanya seputar keilmuan jurusan kalian tapi lebih universa. Sebab, seorang wartawan berbeda dengan seorang pakar. Jika seorang pakar tahu banyak hal dari sedikit hal, maka seorang wartawan/jurnalis tahu sedikit hal dari banyak hal.” Lanjut beliau. (sny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPI IKHAC Sepakati MoU Kerjasama dengan KPI UIN Yogyakarta

SALATIGA, BIDIK – Di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Nasional Komunikasi Islam ke-dua Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KNKI II ASKOPIS) di IAIN Salatiga pada hari rabu-kamis (8-9 Agustus 2018), KPI IKHAC Mojokerto yang diwakili oleh Kaprodi Muhammad Chabibi, Lc. M. Hum telah mencapai kesepakatan bersama dengan Kaprodi KPI UIN Sunan […]