Mengenal Kembali FORKOMNAS-KPI

adminkpi
Mengenal Kembali FORKOMNAS-KPI

KEDIRI, BIDIK – Sabtu (5/5), Forkomnas-KPI wilayah I Jatim-NTB kembali menggelar even bertajuk sarasehan. Kegiatan yang dihelat selama dua hari tersebut bertuan rumah di IAIN Kediri dan dihadiri oleh sepuluh Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Jawa Timur dan NTB. Tema yang diangkat dalam sarasehan kali ini ialah “Mengenal Kembali”, mengingat masih banyaknya mahasiswa KPI yang belum mengenal Forum Komunikasi Nasional-nya mahasiswa KPI ini.

Dalam acara pembukaan, Dzurotul Adiba Humaida selaku ketua pelaksana menjelaskan alasan mengangkat tema “Mengenal Kembali” karena masih banyak mahasiswa KPI sendiri yang asing dengan Forkomnas-KPI. Kemudian dalam sambutannya, Muhammad Hamdani Hidayat selaku Dema KPI IAIN Kediri menyampaikan harapannya untuk KPI menjadi program studi komunikasi terbaik melalui Forum Komunikasi Nasional ini.

Ketua Koordinator Wilayah I Jatim-NTB, Moch. Ainur Rofik berharap dengan terselenggaranya acara sarasehan ini dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan sinergitas seluruh mahasiswa KPI demi tercapainya SDM yang bermutu. Kemudian sambutan terakhir serta pembukaan acara disampaikan oleh Kaprodi KPI IAIN Kediri, Ibu Siti Amanah, M.Si.

Sarasehan kali ini terasa spesial, karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Forkomnas-KPI, Ibnu Yahya,S.Sos., serta beberapa senior dan alumni yang dulu juga menjabat di kepengurusan Forkomnas-KPI baik wilayah maupun pusat.

Acara sarasehan ini juga dimeriahkan dengan beberapa games yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi tema “Mengenal Kembali” oleh Ketua Korwil, Moch. Ainur Rofik, bersama Ketua Umum Pengurus Pusat, Ibnu Yahya, S.Sos.

Ibnu Yahya juga menceritakan sejarah berdirinya Forkomnas-KPI pada tahun 2009 yang masih eksis hingga saat ini. Selama kurang lebih 32 tahun, KPI ikut bergabung dengan mahasiwa jurusan Ilmu Komunikasi dalam IMIKI (Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia). Namun suara-suara mahasiswa KPI selalu berada di sudut-sudut ruangan dan tak pernah terdengar gemanya karena kalah suara dengan mahasiwa Ilkom dari universitas yang lebih bonafit. Sebab itulah, diadakannya Rakernas I yang dihadiri 15 PTAI seluruh Indonesia serta Kongres I pada tahun 2009 di Yogyakarta, dan diangkatlah Rizal Fansufi Thoriqi sebagai Ketua Umum Forkomnas-KPI pertama yang dulu masih dikenal dengan FKM KPI.

Kemudian membahas wacana dari ASKOPIS (Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam) tentang akan digantinya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menjadi Ilmu Komunikasi Islam (IKI) yang juga akan berdampak digantinya kurikulum perkuliahan KPI sendiri. Karena itulah, Ketua Umum Forkomnas-KPI mengajak untuk mempertahankan nilai dakwah yang telah lama melekat pada KPI.

Karena seluruh mahasiswa KPI otomatis termasuk di dalam keanggotaan Forkomnas-KPI, maka Pengurus Pusat mewajibkan kepada seluruh kampus untuk memasukkan materi Forkomnas-KPI pada saat OSPEK jurusan. Ibnu Yahya juga menjelaskan, ada dua jenis keanggotaan, yaitu anggota aktif yang pernah mengikuti forum, dan juga anggota pasif yang tidak atau belum pernah mengikuti forum.

Pada acara malam puncak, seluruh peserta sarasehan dijamu dengan berbagai penampilan dan talenta dari tuan rumah, serta pemutaran film pendek karya mahasiswa KPI IAIN Kediri, “Srawung Mboyz” yang memenangkan perlombaan Sinema-Filkom. (alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rapat Perencanaan BIDIK (Reinkarnasi BIDIK KPI)

MOJOKERTO, BIDIK – Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut KH. Abdul Chalim berkumpul di Lobi gedung B IKHAC dalam rangka rapat pembentukan struktur baru Buletin Dimensi KPI atau BIDIK (16/04). Rapat ini diadakan untuk menghidupkan kembali BIDIK yang sepat vakum sejak setahun silam. BIDIK adalah media pers cetak yang dinaungi oleh […]