Aswaja Center: Selamatkan Mimbar Kita dengan Tulisan

adminkpi

SURABAYA, BIDIK – Kamis lalu (28/05) Prgram studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Prodi KPI) mengdakan Study Excursie keberbagia tempat salah satunya adalah Aswaja Center Surabaya. Disini para mahasiswa diajarakan bagaimana berdakwah tidak hanya melalui media broadcast saja namun juga melaui media tulisan.

Para mahasiswa juga diberi tahukan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi pada era yang demikian pesatnya yang terutama dari sisi teknologi dan dunia digital bahwa saat ini teknologi dengan segala bentuk kecanggihan telah membawa sebuah pola kehidupan baru terhadap generasi baru yang terus berkembang sangat cepat, dengan adanya media social media ini berita menyebar lebih cepat dari kecepatan cahaya, bahkan karana  cepatnya berita menjadi viral itu seolah-olah diluar perkiraan dari seorang pembuat berita. Meskipun Hal ini disatu sisi memiliki dampak positif namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa hal ini banyak mengandung hal yang negative, yang jika tidak disikapi atau  tidak di respon dengan cepat maka kemungkinan kita hanya menjadi konsumen bukan menjadi produsen, hanya penonton bukan pemain, dan hanya pembaca bukan penulis.

Mahasiswa pun mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menyikapi perkembangan kehidupan teknologi saat ini, ilmu yang kita miliki bukan hanya disimpan untuk hal pribadi  saja tapi juga bisa dkembangkan  sekaligus dapat dibagikan pada khalayak masyarakat. Salah satunya adalah dengan cara menulis, menyebarkan  apa yang telah kita pelajari, tak hanya itu  hal ini juga dapat mengimbangi pemikiran yang tersebar dimedia social yang bertentangan dengan apa yang sudah kita pelajari baik itu Aswaja atau yang lainnya. “ hal ini memang adalah  tantangan besar, namun kita sebagai kalangan muda maka kita harus berusaha menerima tantangan besar tersebut” ujar pemateri diAswaja Center.

Imam syafi’I pernah berkata  seandainya seorang yang alim itu tidak mau menulis dengan menggunakan tinta-tintanya maka orang-orang bodoh itu akan leluasa untuk berceramah atau berorasi apapun yang ia kehendaki  didalam mimbar-mimbar maka orang-orang bodoh itu yang tidak tuntas belajarnya, tidak mendalam pengetahuannya maka mereka bisa leluasa bahkan  mengusai mimbar-mimbar yang ada, seandainya orang yang berilmu itu diam, hanya pasif tidak mau menuliskan apa yang sesungguhnya , tidak mau menulis kebedaraan yang ada. Jika mimbar – mimbar ini diisi oleh mereka yang tak bodoh ini maka kebenaran tak akan muncul lagi. (Ar/B2/KPI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Pengurus Himaprodi KPI Periode 2017-2018

MOJOKERTO, BIDIK – Setelah dilaksanakannya pemilihan Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang baru, pada hari Rabu (27/12) dilaksanakanlah serah terima jabatan dari kepengurusan demisioner, Machfudz Faizal Ishaq kepada ketua terpilih, Aden Waluyo. Acara yang bertempat di aula Gedung B Insitut Pesantren KH. Abdul Chalim tersebut juga […]