Berita

Kiai Asep : Sekecil Apapun Kita Harus Memberikan Kontribusi Dalam Melawan Corona

MOJOKERTO (BIDIK) – Wabah Virus Corona (COVID-19) tentunya membawa dampak perubahan sosial. Presiden Joko Widodo dalam Sebuah Pidatonya terkait penanganan COVID-19  menyampaikan bahwasannya “Kerja Dirumah, Belajar di rumah, dam beribadah dirumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif” tandas beliau.

Hal ini tidak berlaku bagi Pengasuh Pondok Pesantren Amantul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA. Menyampaikan himbauan kepada seluruh civitas Pondok Pesantren Amanatul Ummah, baik Santri, Mahasiswa, Guru, Dosen, maupun alumni dan kepada segenap masyarakat Indonesia. (24/03/2020).

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Pergunu ini menyampaikan bahwasannya “Corona Virus ini akan menimpa kemiskinan dan kesengsaraan bangsa kita, dari hal tersebut diatas marilah kita waspada supaya tidak tertulari, tetapi kita harus memberikan kontribusi sekecil apapun itu, agar situasi seperti ini cepat berhenti” tandas beliau dalam rangkuman ekseklusif tim ikhac TV.

Dalam Himbauannya Putra salah satu Pendiri Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M. Ag menegaskan untuk terus membaca Qunut Nazilah, Sholawat Thibbil Qulub dan doa tolak bala  sebagai bentuk ikhtiar ikhtiar beliau tidak putus dan terus beliau lantunkan amalan tersebut pada ba’da sholat malam, seusai pengajian pagi, dan apel pagi sebelum masuk kelas, tentunya dilantunkan bersama ribuan santrinya.

Dalam rangka mencegah dan menghindari virus corona pondok pesantren amanatul ummah juga menerbitkan surat edaran (14/03). Pasca terbitnya surat edaran tersebut kini di setiap lini kawasan pendidikan menyediakan wastafel dan handwash,  dengan jumlahnya yang lebih dari 30 wastafel.

Sejak beredarnya edaran resmi dari pondok pesantren amantul ummah tim kesehatan amanatul ummah secara berkala mengecek kesehatan santri Amanatul Ummah, hingga saat ini belum ada yang termasuk dalam Orang dalam pengawasan (ODP) atapun Pasien dalam pengawasan (PDP) terlebih positif corona.

Selama 14 hari terhitung sejak 14 Maret 2020, wali santri pondok pesantren Amanatul Ummah dilarang melakukan sambangan. Adapun wali santri yang berkunjung untuk kepentingan mendesak diminta untuk melakukan pengecekan oleh tim medis Amanatul ummah. (ryz)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *