Berita

Perdana, Program Studi KPI IKHAC Laksanakan Sidang Skripsi Terbuka

Suasana sidang salah satu mahasiswa KPI IKHAC saat melaksanakan sidang skripsi terbuka (Dok/KPIIKHAC)

Mojokerto – Mahasiswa tingkat akhir  program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IKHAC melaksanakan sidang skripsi. Sidang yang merupakan hasil penelitian mahasiswa yang dimulai sejak satu tahun yang lalu ini, dilaksanakan secara terbuka di Ruang Sidang Gedung Rektorat IKHAC, Jum’at (01/02/2020).

Program studi KPI merupakan salah satu jurusan yang sudah ada sejak kampus hijau ini didirikan lima tahun yang lalu. Sejak saat itulah tercatat ada puluhan mahasiswa/i yang memutuskan untuk mengambil jurusan yang memperdalam ilmu seputar dakwah, public speaking, dan jurnalistik ini. Mereka berasal dari daerah-daerah yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya yakni Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan, dan Jawa Timur.

Sidang perdana yang dilaksanakan oleh KPI IKHAC kali ini memberikan banyak pelajaran untuk mahasiswa terutama di bidang kepenulisan.

Imam Syafi’i, M. Kom. I, selaku dosen penguji dalam sidang skripsi perdana ini menyampaikan, bahwa persiapan menjelang sidang skripsi ini harus dipersiapkan dengan matang terutama dalam hal wawasan, pengalaman, dan kepenulisan. “Memang tak mudah bagi mahasiswa untuk menjalankan penelitian skripsi kalau pengalaman dan wawasan yang didapatkan saat kuliah kurang. Harus serius jangan main-main terutama dalam hal penelitian maka harus dipahami betul, dari penulisan latar belakang, kerangka konsep, teori hingga metodelogi riset dan hal lain yang bersangkutan dengan masalah penulisan skripsi. Mahasiswa akan terarah dalam kepenulisan ketika metodologinya benar-benar dikuasai,” ucapnya.

Imam juga menambahkan bahwa pengujian dalam sidang skripsi ini benar-benar dilaksanakan secara serius, mengingat sidang skripsi ini adalah sidang yang dilaksanakan bagi mahasiswa/i angkatan pertama (2015) dan pastinya hal ini akan menjadi ibroh bagi adik kelas mereka. “Kalau awal kita sudah kendor, santai-santai saja, maka cerminan dari senior kepada junior akan turun, kepada adik kelasnya akan kendor. Karna awal inilah kita harus benar-benar serius, sehingga akan bermanfaat bagi adik-adik.”

“Bagi seluruh mahasiswa harus benar-benar dalam perkuliahannya jangan hanya serius dalam organisasi atau gerakan-gerakan mahasiswa saja, yang lebih baik yaitu semua aktif, perkuliahan ikut organisasi aktif, intlektual ikut, pengalaman semua kita dapatkan,” pungkas dosen yang dikenal aktif dalam menulis jurnal ini.

Sementara itu, Reni Puspita, salahsatu peserta ujian skripsi menyampaikan, pentingnya persiapan yang matang untuk pelaksanaan sidang skripsi ini. “Untuk mempersiapkan sidang skripsi di perlukan kesehatan, penguasaan materi dan kesiapan pada diri kita untuk bisa maksimal tampil di hadapan penguji skripsi,” pungkas mahasiswi berdarah Sunda ini.

Hingga berita ini dipublikasikan, sudah ada enam mahasiswa/i KPI IKHAC yang dinyatakan selesai dalam melaksanakan sidang skripsi dan berhak menyandang gelar Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos). (SC/erh)

Suasana saat salah satu mahasiswa KPI IKHAC saat melaksanakan sidang skripsi terbuka (Dok/KPIIKHAC)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *