Suara Kita

Hai Mahasiswa ! Jadi Mahasiswa Tidaklah Mudah, Namun Tak Perlu Dipersulit

Oleh : Amar Ma’ruf MD

Menjadi mahasiswa adalah sesuatu yang tidak mudah, namun tidak perlu dipersulit. Terkadang kita menganggap bahwa menjadi mahasiswa harus turun ke jalan. Ada pula yang beranggapan bahwa mahasiswa harus bebas berekspresi, kuliah sekedar hobi dan lebih mementingkan organisasi.

Menurut saya, persepsi semacam itu tidaklah benar. Yang harus kita ketahui, diluar sana sudah banyak orang-orang pintar, bahkan kita sering melihat sendiri di media massa maupun media sosial banyak orang-orang pintar yang duduk di semua lini sektor di pemerintahan tingkat daerah maupun nasional. Tapi tak asing juga kita sering melihat maupun mendengar banyak orang-orang pintar yang terjerat kasus hukum.

Perlu kita ketahui bersama Indonesia saat ini tidak kekurangan orang pintar, tapi Indonesia saat ini miskin akan orang yang berakhlak. Oleh karenanya kita tak perlu kaget ketika kita melihat di media-media pemberitaan banyak petinggi-petinggi negara yang terjerat kasus hukum.

Pertanyaannya, apakah kita hari ini sudah siap menjadi generasi yang pelurus atau hanya sebatas generasi penerus saja ? Pertanyaan semacam ini yang harus kita jawab bersama-sama.

Langkah awal yang harus kita benahi dalam dunia perkuliahan adalah mindset dan orientasi kita kedepannya. Kalau hari ini mindsetnya dan orientasinya kuliah hanya sekedar mendapatkan ijazah terus kerja, punya rumah sendiri dan mendapatkan istri yang cantik, mending mati saja. Karena mindset seperti itu saya pastikan hanya bisa menjadi generasi penerus saja bukan pelurus.

Satu lagi mindset dan orientasinya, kuliah asal cukup hadir masa bodo,  dosennya marah-marah, masuk kuliah sesuka hati. Biar dibilang aktifis sibuk berorganisasi kesana-kemari namun lupa akan tugas pokoknya sebagai mahasiswa, sangat idealis kritisnya bukan main, lagaknya politisi, maka saya pastikan orang-orang seperti ini juga belum mampu menjadi generasi pelurus.

Idealnya, untuk menjadi generasi pelurus, mindset dan orientasinya, menjadikan kampus tidak hanya sebagai wadah untuk meningkatkan intelektual saja, tapi kecerdasan spritual dan emosional. Dimana kuliahnya tepat waktu, tugas dan tanggungjawabnya sebagai mahasiswa terlaksana. Berperilaku yang baik terhadap teman-teman dan lebih lagi terhadap petinggi-petinggi kampus dan segenap jajaran dosen. Berorganisasi sebagai media pembelajaran bersosial dan sebagai wadah untuk membangun relasi sebanyak-banyaknya.

Orientasi kedepannya, ketika lulus bukan bekerja, tapi mempekerjakan orang-orang. Rumah, Istri dan lain-lainnya bukan mejadi prioritas utama, tapi pengabdian terhadap masyarakat yang bisa mengamalkan ilmu-ilmunya dan kehadirannya bermanfaat buat banyak orang. Mindset dan orientasi yang seperti ini nantinya tidak hanya sekedar generasi penerus tapi pelurus juga.

Perlu saya sampaikan, bahwasannya kampus, nilai dan angka bukanlah sebuah jaminan kesuksesan. Kesuksesan kita tergantung pada mindset dan orientasinya kedepan.

Hidup ini penuh pilihan dan setiap pilihan harus memiliki skala prioritas dan akan disertai dengan berbagai trade off dan konsekuensi. Begitu pula dengan pilihan untuk menjadi mahasiswa.

(amr/erh)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *