LPPDM

PENGKHIANATAN PERS

(Oleh : Nur Alfi Laili)

Pers pada hakikatnya hanyalah sebuah wadah atau media bagi para jurnalis untuk menyampaikan suatu informasi. Baik berupa hiburan, pengetahuan atau wawasan, ataupun berupa berita yang sedang hangat dibicarakan oleh khalayak ramai. Dibandingkan dengan media cetak, media massa merupakan salah satu media yang paling efektif digunakan untuk penyampaian suatu informasi. Namun dalam prakteknya sebagai pemeran pers, banyak sekali media yang sudah melenceng dari fungsinya di era yang sudah semakin canggih dan modern ini.

Dalam arti yang sebenarnya, maksud dari penghianatan pers di sini dimaksudkan bahwa yang berkhianat bukanlah pers-nya, melainkan pengguna atau penggiat pers itu sendiri. Semisal dalam penyiaran di televisi. Tidak dapat dipungkiri, tingginya ratting bisa menjadikan alasan sebagian besar stasiun televisi melakukan beberapa skenario yang dramatis dan melankolis untuk menaikkan ratting sebuah program yang menjadi unggulan di stasiun televisi tersebut. Guna bisa merauk keuntungan dan meningkatkan pemasukan. Sebagai contoh yakni rekayasa di balik sebuah acara “Reality Show” yang sebenarnya hanyalah skenario yang sengaja dibuat-buat dan adanya pemeran bayaran sebagai pemanis sandiwara tersebut.

Pers sekarang ini sangat jauh berbeda dengan pers di masa orde baru. Di mana dalam sejarahnya di masa orde baru, peraturan mengenai kebebasan pers tidak sebebas di masa sekarang ini. Hal ini disebabkan karena pada masa itu kebebasan pers diatur dengan begitu ketatnya hingga tidak boleh menyentil tentang pemerintahan sedikitpun. Di masa sekarang ini, pers dapat meruntuhkan batas kebebasannya sehingga ia dapat berkembang serta merambah ke dalam  berbagai hal dan bentuk apapun.

Perlu ditekankan lagi bahwa pers hanyalah sebuah media untuk menyampaikan informasi, bukan pembuat informasi. Jadi, untuk meminimalisir serta mencegah terjadinya penghianatan pers, maka diperlukan kepandaian seorang jurnalis dalam menyampaikan sebuah informasi hingga sampai dan dikonsumsi oleh masyarakat luas.  

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *